Dalam salah satu teori klasik psikologi, dikenal sebuah hukum yang disebut sebagai hukum efek (the law of effect). Bunyinya adalah sebagai berikut:
“Sebuah perilaku yang diikuti oleh konsekuensi menyenangkan akan cenderung diulang, sedangkan perilaku yang diikuti oleh konsekuensi tidak menyenangkan lebih tidak cenderung diulang”.
Hukum ini kemudian menginspirasi Burrhus Frederic Skinner untuk melakukan sebuah eksperimen dengan binatang dan sebuah kotak rancangannya sendiri yang disebut “Skinner box”. Dalam kotak tersebut, ia memberikan sejumlah hukuman dan hadiah terhadap perilaku-perilaku yang dilakukan oleh hewan yang diletakkan di dalam kotak. Proses eksperimen ini membuat Skinner memunculkan sebuah konsep yang ia sebut sebagai pengondisian operan (operant conditioning). Dalam konsep itu, Skinner menyatakan bahwa ada dua respons atau dua operan yang dapat membentuk perilaku sebuah organisme:
- Reinforcement (penguat): yakni respons yang meningkatkan kemungkinan perilaku tersebut diulangi lagi; dalam kehidupan sehari-hari kita sebut sebagai hadiah atau penghargaan (reward). Sebuah penguat bisa bersifat positif atau negatif.
- Punishment (hukuman): yakni respons yang menurunkan kemungkinan perilaku tersebut diulangi lagi. Biasanya sesuatu yang tidak disukai sehingga orang-orang akan menghindarinya. Sebuah hukuman bisa bersifat positif atau negatif juga.
| Reinforcement (Penguat) Sesuatu yang menyenangkan agar perilaku cenderung diulang | Punishment (Hukuman) Sesuatu yang tidak menyenangkan agar perilaku cenderung tidak diulang | |
| Positif (memberi sesuatu) | Positive Reinforcement Memberikan sesuatu yang menyenangkan Contoh: memberikan bonus kepada karyawan yang berhasil mencapai target, agar ia termotivasi untuk melakukannya lagi. | Positive Punishment Memberikan sesuatu yang tidak menyenangkan Contoh: memberikan surat peringatan kepada karyawan yang terlalu sering terlambat, agar ia tidak mengulanginya lagi. |
| Negatif (menghilangkan sesuatu) | Negative Reinforcement Menghilangkan sesuatu, sehingga terasa menyenangkan Contoh: menghilangkan kewajiban anak untuk bangun pagi di akhir pekan selama sebulan ketika ia berhasil menunjukkan prestasi belajar, agar ia termotivasi untuk mengulanginya lagi. | Negative Punishment Menghilangkan sesuatu, sehingga terasa tidak menyenangkan Contoh: mengurangi bonus pada karyawan yang tidak disiplin, agar ia tidak mengulanginya lagi. |
Bagaimana menerapkan konsep ini dalam membentuk kebiasaan?
Sebuah perilaku akan cenderung diulang ketika disertai dengan konsekuensi menyenangkan (positive maupun negative reinforcement). Dalam membentuk sebuah kebiasaan baru, selalu ingat prinsip pengulangan: perilaku yang dilakukan berulang-ulang akan menjadi otomatis, dengan demikian menjadi sebuah kebiasaan.
Hari ini kita bermeditasi di pagi hari, esok hari kita bermeditasi di pagi hari, lusa kita bermeditasi di pagi hari. Awalnya masih sekadar berupa perilaku, namun karena kita terus melakukannya hingga berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, perilaku ini lama-lama akan menjadi sebuah kebiasaan. Secara otomatis, ketika pagi hari tiba, kita akan mulai bermeditasi. Proses ini juga bisa ditemukan dalam prinsip pengondisian klasik (classical conditioning).
Bagaimana caranya agar kita bisa mengulangi perilaku tersebut hingga menjadi sebuah kebiasaan? Jawabannya adalah konsekuensi menyenangkan atau reinforcement. Ketika Anda ingin membentuk sebuah kebiasaan baru, Anda perlu mencari konsekuensi menyenangkan yang bisa menjadi reinforcement atau reward bagi upaya Anda, agar Anda lebih termotivasi lagi untuk mengulangi perilaku tersebut.
Dalam model perilaku Fogg (Fogg behavior model), sebuah perilaku terdiri dari tiga komponen, yakni (1) pemicu, (2) kemampuan, dan (3) motivasi. Semakin kita termotivasi untuk melakukan sebuah perilaku, maka semakin besar kemungkinan kita akan melakukannya, sekalipun perilaku tersebut terasa sulit untuk dilakukan. Bagi saya, tidur pada pukul 10 malam adalah hal yang sulit untuk dilakukan (apalagi saya sudah terbiasa tidur setelah jam 11 malam). Namun karena saya memiliki motivasi yang jelas pada saat itu, karena saya harus sudah tiba di bandara pukul 5 pagi keeseokan harinya, maka saya bisa tidur pada pukul 10 malam. Padahal sebelumnya hal itu tidak pernah saya lakukan. Motivasi yang tinggi dapat mengompensasi tingkat kesulitan yang tinggi pula.
Jika Anda ingin memiliki kebiasaan tidur lebih awal, maka munculkanlah motivasi yang tinggi agar Anda lebih berkemungkinan besar untuk berhasil. Motivasi bisa muncul dari berbagai hal, salah satunya dari konsekuensi yang menyenangkan. Berilah konsekuensi menyenangkan dari perilaku tidur pukul 10 malam. Misalnya, izinkanlah Anda untuk memasak sarapan yang Anda sukai setiap kali berhasil tidur lebih awal dan bangun lebih pagi (dan hal ini mungkin untuk dilakukan karena jika bangun lebih awal, Anda bisa melakukan lebih banyak aktivitas).
Dalam hukum perubahan perilaku (laws of behavior change) yang dirumuskan oleh James Clear pun, terdapat bunyi: “untuk membentuk kebiasaan, buatlah perilaku itu menjadi memuaskan”. Rasa puas juga merupakan salah satu konsekuensi yang menyenangkan. Ketika Anda berhasil tidur lebih awal dan bangun lebih pagi, rasakan kesegerannya. Rasakan bagaimana udara di pagi hari, saat matahari menjelang terbit, terasa lebih segar dibandingkan udara pada waktu-waktu lainnya. Rasakan bagaimana heningnya suasana kompleks yang jarang Anda temui. Ucapkan syukur bisa menikmati hal-hal ini, yang hanya terjadi ketika Anda bisa bangun pagi. Besar kemungkinan Anda akan mengulangi perilaku ini kembali!
Sehingga, munculkanlah konsekuensi menyenangkan (reinforcement) dalam perilaku Anda agar cenderung Anda ulangi lagi.
Tapi ini terdengar remeh, benarkah bisa berhasil?
Kadangkala orang terlalu menyukai konsep yang rumit dan jadi meremehkan konsep yang sederhana. Konsep ini memang terdengar sederhana dan remeh sekali, tetapi percayalah, it works! Lagipula, jika konsep ini tidak efektif, tidak mungkin pengondisian operan masih dimasukkan dalam kurikulum kuliah psikologi, bahkan konsep ini sudah harus dipelajar di semester satu perkuliahan. Teori ini memang seringkali diremehkan karena terkesan sederhana; orang-orang hanya jarang berusaha menerapkannya saja.
Dalam dunia bisnis, konsep ini disebut sebagai “carrot & stick” (wortel dan tongkat). Prinsipnya sama saja, penguatan dan hukuman. Sebutannya saja yang berbeda.
Bagaimana bila Anda gagal menerapkannya? Kegagalan terjadi bisa karena berbagai hal. Namun umumnya terjadi karena reinforcement yang diberikan kurang bermakna. Misalnya Anda ingin bangun lebih pagi dengan tidur lebih awal, tetapi reinforcement yang Anda berikan adalah mengizinkan diri sendiri untuk minum kopi dari biji yang Anda giling sendiri. Kemudian Anda menyadari reinforcement ini tidak berhasil membuat Anda ingin tidur lebih awal agar bisa bangun lebih pagi. Apa yang sebenarnya terjadi? Bisa saja, konsekuensi atau reinforcement tersebut kurang bermakna. Meminum kopi dari hasil gilingan sendiri memang menyenangkan, tetapi Anda juga bisa melakukannya ketika Anda bangun siang. Jika demikian, apa faedahnya tidur lebih awal agar bisa bangun lebih pagi? Ini perlu Anda pikirkan. Carilah konsekuensi yang bermakna, yang memang Anda sukai, Anda hargai tinggi, dan hanya bisa muncul jika Anda melakukan perilaku tersebut.
Hal yang juga berlaku pada punishment. Berapa banyak orang tetap membuang sampah sembarangan sekalipun telah dihimbau dan diberi teguran? Hal ini karena konsekuensinya kurang bermakna. Ditegur memang tidak menyenangkan, tetapi itu kurang kuat untuk menghentikan perilaku membuang sampah sembarangan. Perlu sesuatu yang lebih kuat, misalnya: didenda uang? Berapa dulu nominalnya? Jika hanya didenda Rp5000 setiap perilaku itu terjadi, besar kemungkinan hukuman itu kurang bermakna sehingga justru akan diulangi lagi. Berikanlah denda Rp500.000, maka orang-orang akan menjadi berpikir ulang sebelum membuang sampah sembarangan.
Pengondisian operan untuk membentuk kebiasaan: rangkuman
Jadi, anda bisa menerapkan pengondisian operan untuk membentuk kebiasaan baru dengan langkah ini:
- Tentukan konsekuensi yang menyenangkan,
- Pastikan konsekuensi tersebut Anda hargai tinggi,
- Buat konsekuensi itu bermakna, dan
- Pastikan Anda menikmati konsekuensi tersebut ketika berhasil mendapatkannya.
Sedangkan untuk menghilangkan kebiasaan buruk yang sudah muncul, Anda bisa menerapkan pengondisian operan dengan cara ini:
- Tentukan konsekuensi yang tidak menyenangkan (hukuman),
- Pastikan konsekuensi tersebut memberi efek jera pada Anda,
- Buat konsekuensi itu bermakna / berdampak langsung terhadap diri Anda.
Berhasil menerapkan ini dengan baik saja sebenarnya sudah akan memberikan dampak yang signifikan bagi hidup Anda. Tapi jika Anda ingin lebih powerful lagi, maka Anda bisa menyimak tips dan tulisan lainnya tentang kebiasaan di sini.